selamat pagi, ijin share semoga bermanfaat
"rokok : antara kenikmatan dan kepedulian"
"rokok : antara kenikmatan dan kepedulian"
"Rokok : Antara Kenikmatan Dan Kepedulian"
Masalah rokok sudah menjadi
masalah nasional bahkan Internasional. Dampaknya masalah ekonomi
disamping kesehatan manusia. Industri rokok berhasil meyakinkan petani
tembakau, membuka lapangan kerja pada pabrik rokok, iklan rokok yang
massif di media massa, dan yang sering kita dengar di gembar gemborkan
oleh industri rokok adalah menyumbang penghasilan pajak . Sementara
dilain pihak rokok akan mempengaruhi kesehatan menimbulkan beberapa
penyakit bukan saja perorangan tetapi masalah kesehatan masyarakat.
Benarkah industry rokok menyumbang pajak terbesar ke Negara ? Apakah
seimbang pendapatan pajak dari industry rokok dengan biaya kesehatan
yang harus dikeluarkan penyakit akibat merokok?
Konsumsi tembakau terbesar adalah China, Amerika serikat, India, Jepang, Brasil dan German Barat. Hampir separuh dari produksi tembakau dunia dikonsumsi oleh Negara-negara berkembang.Di Negara-negara berkembang masalah infeksi dan malnutrisi belum dapat diatasi dan sekarang berhadapan dengan masalah penyakit-penyakit akibat merokok. Konsumsi rokok di Negara maju semakin menurun sedangkan di Negara berkembang konsumsi merokok semakin tinggi dan semakin muda usia mulai merokok. Di Indonesia usia termuda mulai merokok sejak usia 2 tahun. Tiga dari empat pria adalah perokok begitu juga perokok pada wanita juga semakin meningkat.
Konsumsi tembakau di negara-negara maju dewasa ini mulai menurun 1,1% pertahun akibat berbagai upaya penyuluhan dan menghubungkan kebiasaan merokok dengan kesehatan, sementara di negara-negara berkembang konsumsi ini bahkan meningkat 2,1% per tahun. Hal ini mendorong produsen rokok di Negara maju berpaling untuk mencari pasar dan menjual produknya di Negara-negara berkembang karena besarnya jumlah pendududuk dan kesadaran akan bahaya merokok masih rendah dan belum ada komitmen dari pemerintah untuk melindungi warganya.
Bahaya merokok bagi kesehatan sudah diakui secara luas, data dari WHO menyatakan bahwa di Negara dengan kebiasaan merokok yang luas kebiasaan ini mengakibatkan terjadinya 80%-90% kematian akibat kanker paru di Negara itu, 75% dari kematian akibat bronchitis, 40% kematian akibat kanker kandung kencing, 25% kematian akibat jantung iskemik dan 18% kematian pada stroke.
Dari penelitian selama 40 tahun di Inggris didapatkan data sekitar separuh (50%) dari para perokok yang mulai sejak usia remaja akan meninggal akibat berbagai penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokoknya. Kebiasaan merokok terbukti berhubungan dengan berbagai jenis penyakit seperti kanker paru, bronchitis kronik, emfisema, kanker mulut, tenggorokan, pancreas, kandug kencing, penyakit pemuluh darah seperti jantung dan stroke, penyakit lambung (ulkus peptikum), mempengaruhi perkembangan janin, mempengaruhi kesubura, dan lain-lain.
Mengapa berbahaya? Rokok pada dasarnya merupakan pabrik bahan kimia, setiap satu batang rokok dibakar akan mengeluarkan 4000 bahan kimia seperti: gas karbon monoksida, nitrogen oksida,,hydrogen cyanide, ammonia, acrolein, acetilen, benzaldehyde, urethane, benzene, methanol, coumarine, 4-ethylcatechol, ortocresol, perylene dan lain - lain. Secara umum bahan-bahan ini dapat dibagi dua golongan besar yaitu komponen gas dan padat atau partikel, sedangkan komponen partikel dibagi dua yaitu nikotin dan tar.
Tar adalah kumpulan bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker (karsinogen). Nikotin adalah suatu bahan aditif , bahan yang dapat membuat orang menjadi ketagihan dan menimbulkan ketergantungan. Bahan bahan kimia itulah yang kemudian akan menimbulkan penyakit jika menghisap asapnya. Setiap golongan penyakit berhubungan dengan bahan tertentu. Kanker paru dihubungkan dengan kadar tar dalam rokok, penyakit jantung dihubungkan dengan gas karbon monoksida, nikotin dan lain-lain. Makin tinggi kadar bahan berbahaya semakin besar kemungkinan seseorang menjadi sakit jika mengihisap rokok. Di banyak Negara dibuat aturan untuk mencantumkan kadar tar, nikotin dan bahan berbahaya lainnya di setiap bungkus rokok. Yang menjadi masalah adalah rokok Indonesia mempunyai kadar tar dan nikotin yang lebih tinggi daripada rokok-rokok produksi luar negeri. Karena itu perlu di upayakan secara terus menerus untuk menghasilkan rokok dengan kadar nikotin dan tara yang lebih rendah.
Tidak kalah penting adalah asap rokok yang terisap oleh orang di sekitar perokok. Orang orang yang tidak merokok tetapi terpaksa mengisap asap rokok disebut sebagai perokok pasif. Jadi perokok pasif akan mengisap asap sampingan (side stream smoke) yang keluar dari ujung rokok yang terbakar disamping akan mengisap bagian dari asap utama yang diembuskan oleh perokok aktif setelah ia mengisap. Asap sampingan ini menjadi sangat penting bagi kesehatan perokok pasif karena jumahnya yang cukup banyak dan kadar bahan berbahaya yang cukup tinggi. Kenyataanya memang menunjukkan bahwa rokok yang terbakar menghasilkan asap sampingan sejumlah dua kali lebih banyak daripada asap utama, karena asap sampingan hampir terus menerus keluar selama rokok dinyalakan, sementara asap utama baru akan keluar kalau rokok diisap. Satu batang rokok yang dinyalakan akan menghasilkan asap sampingan sekitar 10 menit sedangkan asap utama kurang dari 1 menit. Sangat penting diketahui dan perlu mendapat perhatian yaitu kadar bahan berbahaya ternyata lebih tinggi pada asap sampingan daipada asap utama dua sampai 5 kali lebih tinggi. Jadi perokok pasif menerima akibat buruk dari kebiasaan merokok orang disekitarnya.Hal ini tidak dipedulikan oleh seorang perokok demi untuk mendapatkan kenikmatan diri sendiri. Sekitar tiga perempat dari nikotin yang dihasilkan oleh perokok yang dibakar ternyata keluar memlalui asap sampingan ke udara bebas, sebagian besar penduduk perkotaan yang tidak pernah merokok sekalipun, ternyata ditemukan nikotin dalam darahnya. Ini menunjukkan besarnya polusi udara oleh asap rokok ke lingkungan. Perokok pasif terpaksa mengisap asap rokok di sekitarnya dan tidak menutup kemungkinan menjadi sakit karena bahan berbahaya di dalam asap rokok. Berbagai penelitian menunjukkan, kecenderungan penderita kanker paru akan meningkat 20%-55% pada istri yang suaminya merokok, pada pekerja yang terpapar asap rokok akan mudah terjadi infeksi saluran napas, angka kematian akibat jantung coroner akan lebih tinggi pada istri perokok , anak-anak yang terpapar asap rokok 20%-80% mudah terjadi infeksi saluran napas, dan pada ibu hamil yang terpapar asap rokok janin yang dilahirkan akan mengalami gangguan perkembangan dalam kandungan. Penanggulangan masalah rokok.
Semua pihak sudah mengetahui akan bahaya asap rokok terhadap kesehatan dan lingkungan, akan tetapi karena banyaknya masalah kepentingan yang terkait sehingga penanggulangan bahaya merokok mengalami kendala yang besar di Negara kita. Berdasarkan pengamatan program penanggulangan masalah rokok di berbagai Negara maka ada tiga komponen yang menentukan keberhasilan, yaitu 1.Upaya pengorganisasian yang mantap 2.Upaya di bidang peraturan yang tegas 3.Upaya pendidikan kesehatan yang luas.Program ini baru bias berhasil jika di tangani oleh suatu badan di tingkat nasional yang mengkoordinir semua kegiatan penanggulangan bahaya merokok yang didukung oleh semua pihak dibidang kesehatan, pendidikan, penerangan, lingkungan hidup, organisasi profesi, pemuda, lembaga swadaya masyarakat dan bidang yang terkait. Badan ini harus kuat dan mempunyai dsar hokum yag kuat. Upaya yang tidak kalah penting adalah penegakan aturan yang tegas oleh pemerintah, tanpa dukungan pemerintah maka penanggulangan bahaya merokok di Indonesia adalah hanya angan angan belaka. Iklan rokok yang akhir-akhir ini sangat banyak dijumpai sampai ke desa- desa, baik secara terang terangan maupun terselubung merupakan media yang sangat ampuh untuk membentuk opini publik di bidang rokok. Mengingat ampuhnya media iklan ini, dan besarnya biaya yang dikeluarkan maka upaya penanggulangan merokok harus melibatkan penanganan terhadap iklan rokok. Iklan rokok dapat dapat merangsang sesorang untuk mulai merokok, menghambat perokok yang ingin berhenti merokok, merangsang untuk merokok lebih banyak lagi dan memotivasi perokok untuk memilih merek tertentu, bahkan iklan rokok sangat berpengaruh terhadap anak-anak untuk memulai rokok sejak dini. Karena dampaknya yang sangat besar pemerintah hendaknya mengatur dan pelarangan iklan rokok dalam segala bentuk.Penanggulangan masalah rokok merupakan tanggungjawab semua pihak. Pemerintah lembaga-lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi kesehatan, cendikianwan, media massa dan masyarakat luas punya tanggungjawab bersama dalam program ini. Masalah rokok memang tidak mudah dan banyak hal yang harus dipertimbangkan. Namun semua pihak sejogjanya memahami perannya dan memberikan sumbangan dalam masalah mengatasi bahaya merokok untuk kesehatan manusia.
Artikel Oleh : Dr. Wahyuningsih Suharno, Sp.P - Poli Paru RSPP
Konsumsi tembakau terbesar adalah China, Amerika serikat, India, Jepang, Brasil dan German Barat. Hampir separuh dari produksi tembakau dunia dikonsumsi oleh Negara-negara berkembang.Di Negara-negara berkembang masalah infeksi dan malnutrisi belum dapat diatasi dan sekarang berhadapan dengan masalah penyakit-penyakit akibat merokok. Konsumsi rokok di Negara maju semakin menurun sedangkan di Negara berkembang konsumsi merokok semakin tinggi dan semakin muda usia mulai merokok. Di Indonesia usia termuda mulai merokok sejak usia 2 tahun. Tiga dari empat pria adalah perokok begitu juga perokok pada wanita juga semakin meningkat.
Konsumsi tembakau di negara-negara maju dewasa ini mulai menurun 1,1% pertahun akibat berbagai upaya penyuluhan dan menghubungkan kebiasaan merokok dengan kesehatan, sementara di negara-negara berkembang konsumsi ini bahkan meningkat 2,1% per tahun. Hal ini mendorong produsen rokok di Negara maju berpaling untuk mencari pasar dan menjual produknya di Negara-negara berkembang karena besarnya jumlah pendududuk dan kesadaran akan bahaya merokok masih rendah dan belum ada komitmen dari pemerintah untuk melindungi warganya.
Bahaya merokok bagi kesehatan sudah diakui secara luas, data dari WHO menyatakan bahwa di Negara dengan kebiasaan merokok yang luas kebiasaan ini mengakibatkan terjadinya 80%-90% kematian akibat kanker paru di Negara itu, 75% dari kematian akibat bronchitis, 40% kematian akibat kanker kandung kencing, 25% kematian akibat jantung iskemik dan 18% kematian pada stroke.
Dari penelitian selama 40 tahun di Inggris didapatkan data sekitar separuh (50%) dari para perokok yang mulai sejak usia remaja akan meninggal akibat berbagai penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokoknya. Kebiasaan merokok terbukti berhubungan dengan berbagai jenis penyakit seperti kanker paru, bronchitis kronik, emfisema, kanker mulut, tenggorokan, pancreas, kandug kencing, penyakit pemuluh darah seperti jantung dan stroke, penyakit lambung (ulkus peptikum), mempengaruhi perkembangan janin, mempengaruhi kesubura, dan lain-lain.
Mengapa berbahaya? Rokok pada dasarnya merupakan pabrik bahan kimia, setiap satu batang rokok dibakar akan mengeluarkan 4000 bahan kimia seperti: gas karbon monoksida, nitrogen oksida,,hydrogen cyanide, ammonia, acrolein, acetilen, benzaldehyde, urethane, benzene, methanol, coumarine, 4-ethylcatechol, ortocresol, perylene dan lain - lain. Secara umum bahan-bahan ini dapat dibagi dua golongan besar yaitu komponen gas dan padat atau partikel, sedangkan komponen partikel dibagi dua yaitu nikotin dan tar.
Tar adalah kumpulan bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker (karsinogen). Nikotin adalah suatu bahan aditif , bahan yang dapat membuat orang menjadi ketagihan dan menimbulkan ketergantungan. Bahan bahan kimia itulah yang kemudian akan menimbulkan penyakit jika menghisap asapnya. Setiap golongan penyakit berhubungan dengan bahan tertentu. Kanker paru dihubungkan dengan kadar tar dalam rokok, penyakit jantung dihubungkan dengan gas karbon monoksida, nikotin dan lain-lain. Makin tinggi kadar bahan berbahaya semakin besar kemungkinan seseorang menjadi sakit jika mengihisap rokok. Di banyak Negara dibuat aturan untuk mencantumkan kadar tar, nikotin dan bahan berbahaya lainnya di setiap bungkus rokok. Yang menjadi masalah adalah rokok Indonesia mempunyai kadar tar dan nikotin yang lebih tinggi daripada rokok-rokok produksi luar negeri. Karena itu perlu di upayakan secara terus menerus untuk menghasilkan rokok dengan kadar nikotin dan tara yang lebih rendah.
Tidak kalah penting adalah asap rokok yang terisap oleh orang di sekitar perokok. Orang orang yang tidak merokok tetapi terpaksa mengisap asap rokok disebut sebagai perokok pasif. Jadi perokok pasif akan mengisap asap sampingan (side stream smoke) yang keluar dari ujung rokok yang terbakar disamping akan mengisap bagian dari asap utama yang diembuskan oleh perokok aktif setelah ia mengisap. Asap sampingan ini menjadi sangat penting bagi kesehatan perokok pasif karena jumahnya yang cukup banyak dan kadar bahan berbahaya yang cukup tinggi. Kenyataanya memang menunjukkan bahwa rokok yang terbakar menghasilkan asap sampingan sejumlah dua kali lebih banyak daripada asap utama, karena asap sampingan hampir terus menerus keluar selama rokok dinyalakan, sementara asap utama baru akan keluar kalau rokok diisap. Satu batang rokok yang dinyalakan akan menghasilkan asap sampingan sekitar 10 menit sedangkan asap utama kurang dari 1 menit. Sangat penting diketahui dan perlu mendapat perhatian yaitu kadar bahan berbahaya ternyata lebih tinggi pada asap sampingan daipada asap utama dua sampai 5 kali lebih tinggi. Jadi perokok pasif menerima akibat buruk dari kebiasaan merokok orang disekitarnya.Hal ini tidak dipedulikan oleh seorang perokok demi untuk mendapatkan kenikmatan diri sendiri. Sekitar tiga perempat dari nikotin yang dihasilkan oleh perokok yang dibakar ternyata keluar memlalui asap sampingan ke udara bebas, sebagian besar penduduk perkotaan yang tidak pernah merokok sekalipun, ternyata ditemukan nikotin dalam darahnya. Ini menunjukkan besarnya polusi udara oleh asap rokok ke lingkungan. Perokok pasif terpaksa mengisap asap rokok di sekitarnya dan tidak menutup kemungkinan menjadi sakit karena bahan berbahaya di dalam asap rokok. Berbagai penelitian menunjukkan, kecenderungan penderita kanker paru akan meningkat 20%-55% pada istri yang suaminya merokok, pada pekerja yang terpapar asap rokok akan mudah terjadi infeksi saluran napas, angka kematian akibat jantung coroner akan lebih tinggi pada istri perokok , anak-anak yang terpapar asap rokok 20%-80% mudah terjadi infeksi saluran napas, dan pada ibu hamil yang terpapar asap rokok janin yang dilahirkan akan mengalami gangguan perkembangan dalam kandungan. Penanggulangan masalah rokok.
Semua pihak sudah mengetahui akan bahaya asap rokok terhadap kesehatan dan lingkungan, akan tetapi karena banyaknya masalah kepentingan yang terkait sehingga penanggulangan bahaya merokok mengalami kendala yang besar di Negara kita. Berdasarkan pengamatan program penanggulangan masalah rokok di berbagai Negara maka ada tiga komponen yang menentukan keberhasilan, yaitu 1.Upaya pengorganisasian yang mantap 2.Upaya di bidang peraturan yang tegas 3.Upaya pendidikan kesehatan yang luas.Program ini baru bias berhasil jika di tangani oleh suatu badan di tingkat nasional yang mengkoordinir semua kegiatan penanggulangan bahaya merokok yang didukung oleh semua pihak dibidang kesehatan, pendidikan, penerangan, lingkungan hidup, organisasi profesi, pemuda, lembaga swadaya masyarakat dan bidang yang terkait. Badan ini harus kuat dan mempunyai dsar hokum yag kuat. Upaya yang tidak kalah penting adalah penegakan aturan yang tegas oleh pemerintah, tanpa dukungan pemerintah maka penanggulangan bahaya merokok di Indonesia adalah hanya angan angan belaka. Iklan rokok yang akhir-akhir ini sangat banyak dijumpai sampai ke desa- desa, baik secara terang terangan maupun terselubung merupakan media yang sangat ampuh untuk membentuk opini publik di bidang rokok. Mengingat ampuhnya media iklan ini, dan besarnya biaya yang dikeluarkan maka upaya penanggulangan merokok harus melibatkan penanganan terhadap iklan rokok. Iklan rokok dapat dapat merangsang sesorang untuk mulai merokok, menghambat perokok yang ingin berhenti merokok, merangsang untuk merokok lebih banyak lagi dan memotivasi perokok untuk memilih merek tertentu, bahkan iklan rokok sangat berpengaruh terhadap anak-anak untuk memulai rokok sejak dini. Karena dampaknya yang sangat besar pemerintah hendaknya mengatur dan pelarangan iklan rokok dalam segala bentuk.Penanggulangan masalah rokok merupakan tanggungjawab semua pihak. Pemerintah lembaga-lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi kesehatan, cendikianwan, media massa dan masyarakat luas punya tanggungjawab bersama dalam program ini. Masalah rokok memang tidak mudah dan banyak hal yang harus dipertimbangkan. Namun semua pihak sejogjanya memahami perannya dan memberikan sumbangan dalam masalah mengatasi bahaya merokok untuk kesehatan manusia.
Artikel Oleh : Dr. Wahyuningsih Suharno, Sp.P - Poli Paru RSPP
Komentar
Posting Komentar